Skip to content
Pos Jaga Modular: Ukuran, Spesifikasi Panel dan Biaya 2026

Pos Jaga Modular: Ukuran, Spesifikasi Panel dan Biaya 2026

Administrator October 6, 2026

Pos jaga terlihat sepele sampai Anda harus mengadakannya sendiri. Ukurannya kecil, tetapi dipakai 24 jam, berdiri paling depan menerima hujan dan matahari, dan jadi kesan pertama tamu terhadap pabrik atau perumahan Anda. Salah ukuran atau salah inti panel, keluhannya datang dalam hitungan minggu: ruang sempit, dalam panas, sambungan bocor.

Tulisan ini merangkum angka yang bisa dipakai saat memesan: ukuran lazim dan rujukan standarnya, spesifikasi panel untuk paparan matahari langsung, kelengkapan listrik dan penerangan, kisaran biaya, lalu izin dan dudukan. Setiap angka disebutkan sumbernya.

Ukuran pos jaga yang lazim dan dari mana angkanya

Rujukan baku yang paling dekat adalah SNI 03-1733-2004 tentang tata cara perencanaan lingkungan perumahan di perkotaan. Standar itu mencantumkan pos hansip pada satuan RW berpenduduk 2.500 jiwa dengan luas lantai minimal 6 m², kebutuhan lahan minimal 12 m², standar 0,06 m² per jiwa, dan radius layanan 500 m.

Perlu dibaca benar: 6 m² itu minimum perencanaan kawasan, bukan ukuran nyaman untuk dua petugas bergantian plus lemari arsip. Peraturan Kepolisian Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pengamanan Swakarsa, ditetapkan 5 Agustus 2020, mengatur pembentukan, pelatihan dan pengukuhan Satpam serta Satkamling; dimensi bangunannya dikembalikan ke kebutuhan operasional.

Di pasar, ukuran yang paling sering dipesan jatuh di rentang berikut:

  • 1 x 1,5 m — satu petugas berdiri, cocok untuk gerbang perumahan kecil.
  • 1,5 x 2 m — satu petugas duduk dengan meja; ukuran paling umum dipesan.
  • 2 x 2 m — meja, kursi, dan lemari buku tamu masih lega.
  • 2 x 3 m — dua petugas sekaligus, bisa diberi toilet kecil atau ruang ganti.
  • 3 x 3 m ke atas — pos induk dengan monitor CCTV dan ruang istirahat.

Tinggi ruang yang lazim 2,1 sampai 2,85 m. Pos yang lebih tinggi terasa lebih sejuk karena udara panas punya ruang naik, tetapi butuh rangka dan panel dinding lebih panjang sehingga harganya ikut bergerak.

Pilih inti panel: EPS, rockwool, atau PIR

Pos jaga nyaris tidak punya bayangan. Dinding dan atapnya menerima radiasi langsung sepanjang hari, jadi pilihan inti panel menentukan suhu ruang lebih dulu daripada kapasitas AC. Tiga inti yang beredar di Indonesia punya konduktivitas termal yang berbeda jelas, dan angka itulah pembandingnya.

EPS berada di 0,033–0,038 W/mK, poliuretan dan PIR di 0,022–0,026 W/mK, sedangkan rockwool di 0,038–0,042 W/mK. Semakin kecil angkanya, semakin lambat panas menembus panel pada ketebalan yang sama. Ketebalan yang paling banyak dipakai untuk pos jaga adalah 50 mm, baik dinding maupun atap.

Interior pos jaga sandwich panel dengan meja dan AC split
Bagian dalam pos jaga panel: meja di bawah jendela, AC split, dan panel listrik rapi.

EPS 50 mm adalah pilihan ekonomis yang masuk akal untuk mayoritas pos gerbang. Rockwool dipilih ketika pos berdiri dekat sumber api atau area berisiko — depan gudang bahan berbahaya, area pengelasan, atau tangki bahan bakar. Pertimbangannya kami bahas terpisah di panduan spesifikasi panel tahan api.

Satu hal yang sering luput: tebal pelat baja pelapisnya. Di pasar angkanya 0,30 sampai 0,50 mm. Pelat 0,30 mm memang lebih murah, tapi pada bangunan sekecil pos jaga yang sering tersenggol kendaraan dan troli, penyok permanen muncul lebih cepat. Untuk pos, 0,40 mm ke atas lebih aman.

Kelengkapan dalam pos yang sering terlewat

Karena nilainya kecil, pos jaga sering dipesan hanya dengan menyebut ukuran. Padahal yang menentukan nyaman atau tidak justru kelengkapannya. Instalasi listrik sebaiknya sudah terpasang dari pabrik mengikuti PUIL, dengan jumlah titik lampu, sakelar, dan stop kontak tertulis di penawaran.

Penerangan punya rujukan resmi. Permenaker Nomor 5 Tahun 2018 tentang K3 Lingkungan Kerja, yang diterbitkan 27 April 2018, menetapkan 100 lux untuk pekerjaan membedakan barang kecil dan 300 lux untuk pekerjaan kantor seperti menulis, membaca, dan menyeleksi arsip. Pos yang dipakai mencatat buku tamu masuk kategori kedua.

Jendela lebar memudahkan pengawasan, tetapi tiap tambahan bidang kaca menambah beban panas. Kaca tempered di dua sisi biasanya cukup; sisa dinding dibiarkan panel. Soal keseimbangan insulasi, ventilasi, dan pemilihan kapasitas AC sudah kami uraikan pada pembahasan panas pada bangunan panel.

Perlu pos jaga yang ukuran dan spesifikasinya sudah disesuaikan dengan gerbang Anda? Kirimkan ukuran lahan dan rencana penempatannya lewat halaman kontak untuk pricelist, usulan denah, dan survei lokasi.

Biaya pos jaga siap antar: apa yang menentukan angkanya

Harga pos jaga jadi bergerak karena beberapa hal, kurang lebih dengan urutan pengaruh seperti ini:

  1. Ukuran lantai dan tinggi ruang.
  2. Jenis serta ketebalan inti panel dan tebal pelat bajanya.
  3. Sistem rangka dan jenis lantai yang dipakai.
  4. Kelengkapan: AC, luas bidang kaca, titik listrik, toilet dalam.
  5. Ongkos kirim dan alat bantu turun di lokasi, seperti crane atau forklift.
  6. Pekerjaan dudukan atau pondasi yang disiapkan di tapak.

Sebagai patokan pasar, daftar harga publik di marketplace yang diakses Oktober 2026 menunjukkan pos jadi mulai sekitar Rp9 juta untuk unit kecil pre-order, hingga Rp38,6 juta pada ukuran 2,5 x 1,5 m. Dua contoh di tengah: 1,5 x 2 m berdinding panel EPS 50 mm sekitar Rp28 juta, dan 1 x 1,5 m berkaca empat sisi sekitar Rp22 juta.

Bila pos dibangun di tempat memakai panel lembaran, survei daftar harga pemasok pada Oktober 2026 memperlihatkan material panel berada di kisaran Rp150.000 sampai Rp500.000 per m² tergantung jenis inti dan ketebalan. Angka-angka itu harga pasar, bukan penawaran: pajak, pemasangan, dan pengiriman umumnya masih di luar.

Perizinan, dudukan, dan pemasangan

Dasar perizinan bangunan sekarang adalah Persetujuan Bangunan Gedung. PP Nomor 16 Tahun 2021 menempatkan seluruh prosesnya di SIMBG. Luas lantai yang kecil tidak otomatis membebaskan kewajiban; yang berbeda adalah kedalaman dokumen teknisnya, karena bangunan sederhana satu lantai cukup dengan gambar teknis sederhana.

Praktik di lapangan bervariasi, jadi konfirmasikan ke dinas setempat apakah pos dihitung sebagai bangunan gedung tersendiri atau menempel pada perizinan kawasan yang sudah ada. Untuk kawasan industri yang sudah beroperasi, pertanyaan itu biasanya terjawab bersama urusan sertifikat laik fungsi bangunan panel.

Secara teknis, dua hal menentukan hasil akhir. Pertama, kerataan dudukan: pos kecil paling gampang memperlihatkan dinding bergelombang kalau pelat dudukannya tidak rata. Kedua, pengikatan ke dudukan, karena bangunan ringan menerima beban angin yang dihitung dengan SNI 1727:2020. Baut angkur ke pelat beton bukan pelengkap, melainkan syarat.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa ukuran pos jaga yang paling aman dipilih?

Untuk satu petugas dengan meja dan buku tamu, 1,5 x 2 m sudah memadai dan paling banyak dipesan. Bila ada dua petugas, pergantian sif di dalam, atau rencana toilet, naikkan langsung ke 2 x 3 m. Menambah ukuran setelah unit jadi jauh lebih mahal daripada memilihnya di awal.

Pos jaga panel lebih panas daripada pos beton?

Tidak otomatis. Panel berinti EPS 50 mm punya konduktivitas 0,033–0,038 W/mK, jauh lebih rendah daripada dinding masif. Yang membuat pos panel terasa panas biasanya bidang kaca yang terlalu luas, tidak adanya ventilasi silang, dan atap tanpa overstek, bukan materialnya.

Apakah pos jaga wajib PBG?

Kewajiban PBG tidak diukur dari kecilnya luas lantai, jadi jangan berasumsi bebas. Yang menjadi lebih ringan untuk bangunan sederhana satu lantai adalah dokumen teknisnya. Pastikan statusnya ke dinas penyelenggara lewat SIMBG sebelum unit dikirim, terutama bila pos berdiri di garis sempadan atau di lahan sewa.

Tetap Terhubung

Siap Memulai Proyek Anda?

Hubungi kami untuk konsultasi gratis dan penawaran kompetitif